Whiskas imagery
Cari

Masukkan kata kunci di bawah ini untuk mencari artikel dan produk

Kucing Muntah Berbusa, Penyebab, Gejala, dan Perawatannya

Apa yang menyebabkan kucing muntah?

Sebagai pemilik kucing, Anda pasti pernah mendengar suara sedakan khas yang sering menandakan bahwa kucing Anda sedang atau bersiap untuk muntah. Memuntahkan hairball adalah hal biasa bagi kucing, namun jika kucing Anda muntah lebih sering dari biasanya, harus dicurigai adanya suatu masalah kesehatan yang sedang menyakiti kucing Anda. Muntahan kucing yang berwarna kuning sering dipahami sebagai gejala awal penyakit, yang jika dibiarkan dapat memburuk seiring dengan waktu. Jika Anda memiliki pertanyaan seperti mengapa kucing memuntahkan busa, atau bagaimana cara merawat kucing Anda yang sering muntah, artikel ini akan memberi solusi untuk Anda.

Penjelasan ilmiah tentang mengapa kucing muntah

Ada beberapa penyebab yang dapat membuat kucing muntah. Kebanyakan kucing merawat diri dengan menjilati bulu mereka, mereka cenderung untuk memuntahkan hairball, atau secara paksa berusaha untuk mengejeksi akumulasi bulu lepas yang tertelan dalam proses perawatan tersebut. Alasan umum lain mengapa kucing bisa muntah adalah perubahan mendadak dalam pola makan mereka. Memperkenalkan makanan baru secara mendadak kepada kucing Anda dapat mengganggu sistem pencernaan mereka yang sensitif dan menyebabkan mereka muntah. Cara terbaik adalah dengan membuat transisi ke makanan baru mereka, setidaknya selama tujuh hari dengan mencampur makanan lama mereka dengan makanan baru. Mulailah dengan mencampurkan sedikit makanan baru ke dalam makanan lama mereka yang biasa mereka makan, dan dengan secara bertahap meningkatkan kadarnya selama seminggu, sampai mereka benar-benar dapat beradaptasi dengan makanan baru mereka.

Kucing juga dapat muntah bagi menghindari gangguan pencernaan mereka dengan mengejeksi serpihan makanan yang tidak tercerna. Meskipun ini tidak mengkhawatirkan, kucing Anda juga dapat mulai muntah dengan alasan yang berpotensi membahayakan, seperti serangan parasit atau bakteri, penyakit hati dan ginjal, diabetes, atau infeksi lain yang memerlukan bantuan dokter hewan. Jika kucing Anda muntah terus menerus untuk waktu yang lama, ini bisa mengindikasikan kesehatan yang buruk.

Bagaimana muntah dapat mempengaruhi kesehatan kucing Anda?

Terlalu seringnya kucing memuntahkan makanan dapat berdampak negatif pada kesehatan mereka. Muntah pada kucing menyebabkan hilangnya cairan tubuh, membuat tubuh kucing Anda terdehidrasi dan lemah. Muntah yang lebih sering dari biasanya juga dapat menyebabkan pembengkakan dan peradangan internal, dan juga menyebabkan hilangnya nutrien esensial dalam tubuh kucing. Jadi, jika kucing Anda muntah lebih sering dari biasanya, ada baiknya Anda segera mengunjungi dokter hewan.

Pentingnya mencegah muntah pada kucing

Muntah pada kucing untuk mengejeksi hairball adalah umum, tetapi jika kucing Anda mulai muntah lebih sering dari biasanya, penting untuk mencegahnya. Ini tidak hanya untuk menghindari kondisinya menjadi semakin memburuk, tetapi juga untuk memastikan kucing Anda tidak melemah, dan masih dapat pulih dengan mudah. Namun, jika muntah tetap terus berlanjut, sudah saatnya Anda mencari bantuan profesional dari dokter hewan terdekat.

Mengapa kucing muntah?

Ada beberapa alasan mengapa kucing Anda bisa muntah. Tergantung pada jenis muntahannya, dokter hewan dapat menentukan kemungkinan penyebab muntahnya kucing. Muntah pada kucing biasanya dikategorikan sebagai berikut:

  • Warna

Ini faktor yang paling sering diamati, karena variasi warna selalunya dapat mengindikasikan sebab di balik muntahan mereka. Biasanya, warna muntah pada kucing yang terlihat seperti kuning, oranye, atau hitam adalah karena adanya serpihan makanan yang tidak tercerna. Warna muntahan kucing yang jernih biasanya menunjukkan perut kosong yang menyebabkan regurgitasi air liur.

  • Busa

Jika kucing memuntahkan busa, bisa jadi itu adalah akibat dari cairan empedu. Muntahan kucing yang berbusa umumnya berwarna kekuningan atau kehijauan. Pertanyaan mengapa kucing memuntahkan busa dapat dipahami sebagai akibat dari akumulasi cairan empedu di dalam tubuh.

  • Darah

Adanya darah dalam muntahan kucing bukanlah suatu hal yang biasa, dan dapat merupakan indikasi bahwa kucing Anda sedang sakit atau menderita suatu kondisi yang memerlukan perhatian profesional dengan segera.

Muntahan yang berwarna

Muntahan yang berwarna sering terjadi pada kucing, walau tidak selalu merupakan kondisi kesehatan yang perlu dikhawatirkan. Umumnya, kucing merawat kebersihan bulu mereka dengan dengan menjilati bulu mereka sendiri. Di mana, mereka dapat dengan mudah menelan banyak bulu yang terlepas, yang akhirnya terakumulasi di dalam perut mereka. Bila pelepasan bulu yang tertelan terjadi dalam jumlah besar, ini akan sulit dicerna secara alami oleh perut mereka, dan akan menghasilkan hairball yang kemudian diejeksi oleh kucing Anda dari waktu ke waktu. Agar kucing Anda tidak sering muntah, Anda dapat membantu mereka dengan lebih sering menyisir bulu mereka untuk menghilangkan rambut lepas mereka yang berlebihan. Jika kucing Anda memuntahkan busa, Anda harus segera mengunjugi dokter hewan Anda. Kucing dengan muntahan berwarna hijau perlu mendapatkan perhatian dari dokter spesialis.

Namun, muntah yang kronis pada kucing tidak boleh diabaikan, karena dapat merupakan gejala dari kondisi kesehatan yang lebih serius. Penyebab muntah pada kucing dapat dikaitkan dengan gastroenteritis, alergi makanan, atau penyakit parasit. Muntahan kucing yang berwarna merah, merah muda, atau hitam dapat menunjukkan adanya darah dalam muntahan kucing Anda. Segeralah dapatkan dukungan profesional sebelum situasinya memburuk.

Muntahan yang berbusa

Melihat kucing muntah saja sudah bisa membuat keresahan, apalagi melihat muntahan kucing yang berbusa, pasti membuat pemilik kucing merasa cemas. Namun, tanpa diagnosis yang tepat, mungkin terlalu dini untuk merasa khawatir. Hairball sering kali dapat menyebabkan muntahan kucing yang berbusa, tetapi untuk memastikannya, ada baiknya untuk mengunjungi dokter hewan untuk masalah kesehatan apa pun. Muntahan kucing yang berbusa juga sering disebabkan oleh perut kosong dalam waktu lama, yang menyebabkan regurgitasi kelebihan cairan empedu dan air liur. Namun, jika kucing memuntahkan busa untuk jangka waktu yang lebih lama dan disertai dengan gejala lain, seperti diare atau pelepasan bulu yang berlebihan, ini dapat disebabkan mulai dari pola makan yang tidak tepat, penyakit radang usus, infeksi saluran pencernaan, hingga penyakit hati dan ginjal, yang memerlukan penanganan segera dari seorang profesional. Jika kucing memuntahkan busa, diagnosis awal akan dapat menentukan perawatan yang tepat dan mencegah memburuknya kondisi. Muntahkan kucing yang berbusa dapat dilihat sebagai kondisi kesehatan yang memerlukan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Muntahan yang berdarah

Bila kucing Anda muntah dengan ditandai adanya darah pada muntahan mereka (hematemesis), ini adalah situasi yang serius. Warna darah yang dimuntahkan dapat merupakan indikasi dari penyebab muntah pada kucing, seperti darah segar yang berwarna merah cerah, atau darah yang tercerna sebagian, dengan penampilan lebih gelap. Yang terakhir ini selalunya dikaitkan dengan pendarahan usus. Sedangkan, muntahan dengan darah segar biasanya dikaitkan dengan infestasi virus atau bakteri, seperti virus panleukopenia kucing, atau cedera traumatis yang disebabkan oleh tertelannya sesuatu yang tajam atau beracun. Penyebab muntahan kucing yang berdarah ini juga bisa berakibat dari parasit usus seperti cacing gelang bahkan kanker.

Jika kucing Anda menunjukkan gejala seperti adanya darah dalam muntahan atau feses mereka, segeralah dapatkan perawatan dari dokter hewan untuk memastikan kucing Anda dapat menerima pengobatan terbaik yang ada. Jika kucing Anda sudah kehilangan terlalu banyak darah, dokter hewan mungkin menyarankan transfusi darah. Selain itu, diagnosis dini dapat sangat membantu dalam memulai pengobatan dan menghindari kondisi yang parah. 

Bagaimana cara merawat kucing yang muntah?

Bila kucing kesayangan Anda memuntahkan hairball atau menunjukkan sikap yang menderita, Anda tidak perlu terlalu cepat khawatir. Berikut adalah beberapa cara di mana Anda dapat memastikan kucing Anda mendapatkan perawatan terbaik yang layak untuk pemulihan yang cepat.

Perawatan

Kucing Anda layak memperoleh segenap kasih sayang dan perhatian ekstra dari Anda selama hari-harinya yang sakit. Dan untuk membantu kucing kesayangan Anda di saat-saat yang menyedihkan ini, apa yang bisa lebih baik daripada memastikannya memiliki semua cinta kasih Anda? Anda dapat merawat kucing Anda yang muntah dengan:

  • Memindahkan kucing Anda untuk sementara ke tempat yang tenang dan nyaman. Kucing Anda memiliki peluang lebih tinggi untuk segera sembuh dengan istirahat yang dibutuhkannya, bebas dari semua gangguan. Jika muntahan kucing berwarna hijau, kucing Anda membutuhkan lebih waktu untuk beristirahat dan menghilangkan kelemahannya.
  • Memastikannya memiliki akses yang mudah ke makanan, air, dan kotak pasirnya. Dengan makanan dan hidrasi yang tepat, kucing Anda akan sembuh dalam waktu singkat!
  • Menyisir kucing Anda selama hari-hari sakitnya tidak hanya akan membuat kucing merasa dicintai dan dihibur dengan kehadiran Anda, tetapi juga memastikan kucing Anda tetap dalam keadaan yang bersih, juga baik untuk menumbuhkan ikatan yang lebih dalam di antara Anda.
  • Terakhir, jika kucing Anda sakit, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter hewan tentang cara mengobatinya. Mengobati kucing Anda dengan tepat memberi mereka kesempatan bertarung dengan penyakitnya dengan lebih baik dan pulih dengan cepat.

Pola makan

  • Jika kucing Anda muntah lebih sering dari biasanya atau jika ia adalah kucing yang memuntahkan makanan, sebaiknya singkirkan makanannya untuk sementara waktu, karena alergi makanan dan gangguan pencernaan dapat menyebabkannya muntah.
  • Ganti mangkuk air kucing Anda sesering mungkin. Akses ke air segar memastikan kucing Anda terhidrasi dengan baik.
  • Anda juga dapat mencoba memberi makan kucing Anda dengan menawarkan makanan biasa mereka dalam jumlah yang lebih kecil, atau menyediakan makanan tawar yang dimasak rendah seperti ikan putih atau ayam.
  • Jika kucing Anda dapat menelan makanannya yang biasa, Anda dapat memberikan makanan yang sama dalam jumlah yang lebih sedikit setiap beberapa jam.
  • Perhatikan perkembangan kucing Anda selama beberapa hari sebelum mengembalikannya ke kegiatan biasanya.

Frekuensi mengunjungi dokter hewan

Jika kucing muntah lebih sering dari biasanya, ada baiknya untuk segera mengunjungi dokter hewan. Jika kucing Anda mengalami kesulitan mencerna makanan, dan karena kucing dengan muntahan berwarna hijau bisa muntah lebih dari tiga kali sepanjang hari, kunjungan ke dokter hewan adalah keputusan yang bijaksana. Diagnosis dini akan memungkinkan Anda untuk merawat kucing Anda dengan lebih baik, dan tergantung pada tingkat kesehatan kucing Anda, kunjungan lebih lanjut mungkin masih diperlukan.

Tindakan pencegahan dan pengobatan

  • Jika kucing Anda menunjukkan gejala seperti muntah, lebih baik untuk sementara mengisolasinya dari hewan peliharaan lain di rumah untuk menghindari kontaminasi.
  • Hindari membuat kucing Anda menjadi aktif. Pastikan mereka rileks dan nyaman, ini akan membantu mereka pulih dengan cepat.
  • Pastikan tidak ada bahan kimia atau benda beracun di sekitar kucing Anda yang dapat berbahaya jika tertelan.

Bagaimana produk Whiskas dapat membantu mencegah masalah muntah pada kucing

Whiskas menawarkan berbagai makanan kering dan basah premium yang dapat dipilih untuk kucing Anda, yang tidak hanya beraroma tetapi dibuat dengan mengingat persyaratan untuk kucing dengan muntahan berwarna kuning. Makanan kucing Whiskas juga dapat mengurangi penderitaan pada hewan peliharaan Anda yang sakit, dan mencegah penyebab kucing muntah yang dapat membuat kucing memuntahkan makanan atau busa. Produk makanan Whiskas mudah dicerna dan kaya akan semua nutrien yang dibutuhkan kucing Anda untuk segera sembuh!

Pertanyaan umum tentang muntah pada kucing

  1. Apa yang harus dilakukan ketika kucing muntah?

    Jika kucing Anda muntah, penting untuk membuang makanannya untuk menghindari gangguan pencernaan lebih lanjut. Anda juga dapat memperbarui mangkuk airnya, pastikan kucing Anda meminum air yang segar dan tetap cukup terhidrasi sepanjang waktu. Kemudian, Anda dapat mencampur ikan atau ayam yang dimasak rendah ke dalam pola makan mereka, dan pastikan mereka diberi makan dalam jumlah yang lebih kecil. Jika muntahan kucing berwarna hijau, Anda harus membawanya ke dokter hewan.

  2. Mengapa kucing tidak mau makan dan muntah?

    Kucing Anda bisa muntah karena beberapa faktor, umumnya disebabkan oleh alergi makanan atau gangguan pencernaan. Kucing Anda juga bisa jatuh sakit dan menolak makan karena masalah kesehatan lainnya seperti infestasi parasit atau bakteri. Penyebab kucing muntah juga bisa karena penyakit pencernaan, ginjal atau hati.

  3. Bagaimana cara merawat kucing yang tidak mau makan?

    Jika kucing Anda sangat sulit makan, namun tidak sakit atau sering muntah, Anda dapat menggoda kucing Anda dengan memberi makanan yang telah dihangatkan, makanan berbau tajam (seperti sarden), atau disuapkan langsung dengan tangan Anda.

  4. Apa yang menyebabkan kucing memuntahkan makanan?

    Ada beberapa alasan mengapa kucing Anda memuntahkan makanan. Meskipun muntahan kucing Anda sering kali disertai dengan alasan yang tidak berbahaya seperti hanya ejeksi hairball, hal ini juga dapat mencakup alasan serius lainnya seperti infestasi parasit atau bakteri, gangguan pencernaan atau alergi makanan, pankreatitis, keracunan, stres, dan depresi.

  5. Apa ciri khas keracunan pada kucing?

    Kebanyakan kucing rentan terhadap benda-benda beracun yang dapat menyebabkan mereka keracunan. Anda dapat mengidentifikasi keracunan pada kucing dari gejala yang ada, seperti batuk, muntah, bengkak atau radang, air liur yang berlebihan, pelepasan bulu yang berlebihan, demam, kejang, kedutan, kehilangan nafsu makan, diare, peningkatan rasa haus, sering membuang air kecil, dll.

Whiskas brand imagery