Whiskas imagery
Cari

Masukkan kata kunci di bawah ini untuk mencari artikel dan produk

Penyakit Kulit pada Kucing, Masalah dan Penyembuhannya

Siapa yang tidak suka bermain dengan kucing? Maka, jangan sampai penyakit kulit kucing menjadi sebab bagi Anda untuk tidak bisa memberikan pelukan dan belaian pada kucing kesayangan Anda.

Seperti makhluk lainnya, kulit adalah organ terbesar pada kucing dan memiliki beberapa tujuan penting. Namun, jika Anda melihat kucing kesayangan Anda menggaruk dan menggigit dirinya sendiri terus menerus, itu mungkin merupakan indikasi bahwa mereka sedang tidak nyaman.

Tergantung pada jenisnya, kucing dapat dibedakan berdasarkan kulit dan bulunya. Baik yang memiliki bulu pendek maupun yang panjang, semua memiliki tujuan pentingnya sendiri. Bukan saja untuk membuat kucing kesayangan Anda terlihat imut, tapi kulit kucing Anda juga berperan penting dalam menjaga aktivitas, kesehatan, dan pola hidup hariannya.

Pada pokoknya, lapisan kulit melindungi kucing Anda dari kerusakan dari sebagian besar agen eksternal seperti kotoran debu dan bahan kimia. Selanjutnya, lapisan kulit juga memainkan peran penting dalam mempertahankan mereka dari lingkungan yang keras seperti panas dan dingin dengan mengatur suhu tubuh mereka melalui proses termoregulasi.

Selain itu, kulit pada kucing merupakan bagian penting dari sistem kekebalan mereka, menjauhkan kemungkinan penyakit seperti infeksi dan serangan bakteri. Kulit kucing juga bertindak sebagai cadangan nutrisi termasuk protein (bahkan, bulu yang ada di kulit kucing menyumbang hampir 30% dari konsumsi protein harian mereka), serat kolagen, enzim, dan asam amino. Oleh karena itu, karena pentingnya fungsi kulit bagi kesehatan kucing Anda, adalah penting untuk memastikan kucing Anda bebas dari penyakit dermatologis.

Serangan parasit adalah penyakit kulit pada kucing yang umum. Di mana, bisa menjadi cukup parah hingga dapat membuat rambut rontok dan kondisi lainnya. Kutu juga merupakan problem umum yang menyebabkan perih pada kulit yang diderita kucing. Kutu adalah parasit kecil yang sering menempel pada kulit kucing, yang menyebabkan rasa tidak nyaman dan gatal.

Sebagai tambahan, penyakit kulit kucing juga bisa timbul dari luka, kekumuhan, dan penyakit lainnya. Jika kucing Anda pernah digigit hewan lain, ada baiknya juga untuk memeriksakannya ke dokter hewan. Jika dibiarkan, penyakit kulit pada kucing dapat memburuk dengan sejalannya waktu, menyebabkan kerontokan rambut, penurunan kesehatan secara umum, dan masalah dermatologis lainnya.

Anda dapat mengetahui lebih lanjut tentang jenis penyakit kulit kucing yang biasa menyerang kucing pada umumnya, cara mengidentifikasinya dan memastikan kucing kesayanagn Anda mendapatkan perawatan kesehatan yang layak.

Penyakit kulit pada kucing

Berikut adalah beberapa jenis penyakit kulit kucing umum yang harus Anda waspadai:

  • Jerawat:

    Jerawat adalah kondisi kulit yang umum pada kucing, yang biasanya disebabkan oleh pertumbuhan bakteri, serta peningkatan produksi keratin (protein yang ditemukan di kulit), yang mana dapat menyumbat folikel rambut. Jerawat pada kucing biasanya ditandai dengan komedo yang muncul di bawah bibir dan dagu. Jerawat pada kucing dapat menyebabkan mereka menggaruk area yang terinfeksi untuk membantu mengatasi rasa sakit pada kulit kucing. Jerawat pada kucing dapat diobati dengan sampo obat, salep, dan kompres hangat. Selain itu, Omega-3 dapat digunakan secara efektif untuk meningkatkan kesehatan kulit dan memerangi jerawat. Antibiotik topikal yang tersedia dalam bentuk krim dan gel juga dapat digunakan untuk membantu mengatasi pembengkakan dan iritasi.

  • Kudis:

Kucing cukup rentan terhadap penyakit kulit kucing seperti kudis, yang sebagian besar disebabkan oleh tungau. Tungau yang masuk ke dalam kulit kucing dapat menginfeksi kulit, menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan kerontokan rambut. Dengan gatal yang menjengkelkan, kucing akan menggaruk berlebihan sehingga semakin memperburuk kondisi, menyebabkan koreng dan kemerahan. Jika kucing Anda terlihat menggaruk dirinya sendiri terus-menerus, ada baiknya untuk berkunjung ke dokter hewan untuk mendiagnosis kucing kesayangan Anda, karena tungau biasanya tidak mudah terlihat kecuali melalui mikroskop. Kudis pada kucing, bagaimanapun, mudah diobati melalui obat topikal dan perawatan pengendalian kutu. Selain itu, lebih baik untuk mendapatkan tempat tidur yang baru untuk kucing Anda dan menjauhkannya dari hewan peliharaan lain jika ternyata benar didiagnosis menderita kudis.

  • Tungau Telinga:

Tungau telinga adalah penyakit kulit kucing yang umum. Meskipun tungau telinga bisa ditemukan pada kucing dari segala usia, namun kucing yang lebih muda, terutama anak kucing, sering kali rentan terhadap kondisi kulit yang disebabkan oleh tungau telinga ini. Jika terkena tungau telinga, kucing kesayangan Anda akan merasa tidak nyaman dan cenderung menggaruk serta menjilat area yang terserang untuk menghilangkan rasa gatal. Namun, garukan berlebihan pada area sensitif seperti telinga dapat menyebabkan kerusakan permanen. Jadi, penting untuk merawat telinga kucing Anda dari tungau telinga dengan benar jika memang dicurigai demikian. Perawatan topikal seperti moksidektin, ivermektin, dan selamektin secara sistemik menunjukkan keefektifan terhadap tungau telinga. Tungau telinga juga dapat menyebabkan peradangan di telinga, seringkali menyebabkan infeksi bakteri pada kulit kucing. Dokter hewan dapat menyarankan untuk membersihkan telinga kucing Anda dengan larutan pembersih yang tepat untuk membantu kondisi tersebut.

  • Kutu:

Kutu adalah masalah kulit yang serius bagi kucing. Jika tidak diobati dengan tepat, kutu akan menjadi parah sejalan dengan waktu, yang menyebabkan penyakit Lyme dan babesiosis. Kutu kucing adalah parasit penghisap darah yang sering ditemukan pada kucing jalanan. Jika kucing Anda memiliki kecenderungan untuk berkeliaran di luar rumah, penting untuk mengawasinya dari kutu. Untungnya, kutu kucing mudah dikenali karena ukurannya yang besar. Anda dapat dengan mudah memeriksa kutu kucing Anda dengan menyisir bulunya dengan ujung jari-jari Anda. Kutu dapat dirasakan sebagai benjolan kecil pada kulit kucing Anda. Kutu pada kucing dapat bermanifestasi sebagai masalah kesehatan yang mengkhawatirkan, jadi memberi kucing Anda tindakan pencegahan yang tepat akan memastikan mereka memiliki kesempatan melawan kutu. Perawatan pencegahan kutu biasanya diberikan secara topikal pada kulit oleh dokter hewan.

  • Alergi lingkungan:

Alergi lingkungan adalah salah satu dari penyebab paling umum penyakit kulit kucing. Kucing cukup sensitif bila tersentuh dengan benda-benda tertentu, yang dapat menyebabkan dari ketidaknyamanan hingga rasa perih pada kulit mereka. Kucing Anda bisa rentan terhadap agen lingkungan seperti bahan kimia dari cairan pembersih rumah, polen, rumput, debu, atau bahkan makanan. Alergi lingkungan dapat menyebabkan kucing Anda terus-menerus menjilati dirinya sendiri untuk menyingkirkan partikel asing tersebut dan meringankan nyeri pada kulit mereka. Meskipun memandikan kucing bisa menghilangkan kotoran tersebut secara efektif, mengamati tanda-tanda ketidaknyamanan pada kucing dapat membantu mengidentifikasi kondisi kulit yang mengganggu mereka.

  • Alopesia yang disebabkan oleh stres:

Alopesia yang disebabkan oleh stres adalah kejadian yang disebabkan oleh perubahan mendadak dalam pola perilaku kucing kesayangan Anda, sering kali merupakan indikasi tekanan emosional atau fisiologis yang mereka alami. Kucing adalah makhluk yang ingin tahu, tetapi perubahan mendadak pada lingkungan sekitarnya dapat menyebabkan mereka menderita stres yang signifikan. Alopesia yang disebabkan oleh stres pada kucing dapat menyebabkan meningkatnya pelepasan atau penipisan bulu di perut dan bagian belakang karena jilatan perawatan yang berlebihan. Anda dapat mengunjungi dokter hewan untuk memeriksakan kucing Anda serta mendiskusikan solusi yang tepat. Biasanya, difuser listrik catnip dan feromon cukup efektif dalam menghilangkan stres dan kegelisahan mereka. Mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan terhadap lingkungan yang penuh tekanan dapat membantu mengobati kerontokan rambut.

  • Alergi makanan:

Alergi makanan adalah alasan umum di balik masalah kulit kucing. Infeksi dan alergi pada kucing yang dipicu oleh makanan dan ketidakteraturan makan seringkali ditandai dengan iritasi di sekitar kepala, leher, dan punggung. Masalah kulit pada kucing yang timbul dari alergi makanan dapat dikaitkan dengan protein dan karbohidrat tertentu yang ada dalam makanan kucing. Kucing membutuhkan protein khusus dalam makanan mereka untuk melanjutkan pola kehidupannya yang normal. Jadi, untuk mengobati kucing Anda dari penyakit kulit kucing yang disebabkan oleh alergi makanan, penting untuk mengidentifikasi komponen apa yang memicu alergi makanan tersebut pada kucing Anda, dan secara bertahap menghilangkannya dari makanan mereka.

  • Abses:

Abses adalah penyakit kulit kucing yang biasa ditemukan pada kucing jalanan, juga kucing rumahan yang diperbolehkan untuk mengunjungi alam bebas. Abses biasanya disebabkan oleh luka fisik, serta gigitan dan cakaran dari kucing maupun hewan lain. Kucing yang belum dikebiri rentan terhadap cedera seperti itu, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan gatal yang signifikan. Selain itu, abses yang disebabkan oleh kecederaan akan meninggalkan luka terbuka di mana bakteri dapat masuk, menyebabkan penyakit dan masalah kesehatan lainnya. Luka terbuka juga dapat terinfeksi oleh serangan bakteri, yang membentuk luka berisi nanah yang memerlukan perhatian medis segera. Untuk mengobati kucing dengan abses, penting untuk mendapatkan perawatan profesional dari dokter hewan dan mengikuti protokol kesehatan beserta obat-obatannya.

  • Infeksi Jamur:

Kucing kesayangan Anda juga rentan terhadap serangan jamur, yang mungkin memerlukan bantuan profesional. Infeksi jamur sangat menular dan dapat menyebar ke manusia dan hewan lain. Jadi, penting untuk memastikan tindakan pencegahan yang tepat sebelum merawat kucing yang terdiagnosis dengan infeksi jamur. Infeksi jamur pada infeksi kulit kucing biasanya diidentifikasi melalui adanya lingkaran merah nyata yang dapat menebal dan membentuk kerak. Infeksi jamur menyebabkan kehilangan bulu yang berlebihan pada daerah yang terserang. Penting untuk membersihkan dan mengganti tempat tidur kucing Anda untuk mencegah penyebaran spora jamur. Infeksi jamur sebaiknya ditangani oleh para profesional, jadi ingatlah untuk berkonsultasi dengan dokter hewan Anda jika Anda mencurigai adanya infeksi jamur pada kucing Anda.

  • Dermatosis Endokrin:

Dermatosis Endokrin adalah penyakit kulit pada kucing yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon. Kucing yang menderita dermatosis endokrin sering menunjukkan gejala seperti bulu kering, peningkatan rambut rontok, gatal, dan ketombe. Kondisi kulit ini terbukti sulit untuk dideteksi, dan mungkin memerlukan dokter hewan Anda untuk menjalankan beberapa tes untuk mencapai diagnosis akhir. Ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan dermatosis endokrin pada kucing dapat diobati dengan memandulkan atau mensterilkan kucing, serta dengan menggunakan obat topikal dan sampo yang diresepkan.

Tanda-tanda umum masalah kulit kucing

Ada beberapa alasan mengapa kucing Anda memiliki penyakit kulit, setiap satunya ditandai dengan gejalanya tersendiri. Namun. Di bawah ini adalah tanda-tanda umum penyakit kulit pada kucing yang dapat membantu Anda mengidentifikasi dan mendapatkan perawatan yang tepat untuk kucing kesayangan Anda:

  • Kerontokan rambut

kerontokan rambut dan pelepasan bulu berlebihan adalah tanda paling jelas dari masalah kulit pada kucing. Awasi bila kucing kesayangan Anda mulai mengalami kebotakan, konsultasikan dengan dokter hewan jika perlu.

  • Kulit yang gatal

kulit yang gatal, di samping kerontokan rambut, adalah tanda umum penyakit kulit kucing. Kulit yang gatal, disertai peradangan, dapat menjadi penyebab ketidaknyamanan bagi kucing Anda. Ini dapat menyebabkan mereka melakukan jilatan perawatan yang berlebihan demi menghindari rasa perih pada kulit, atau mengalami perubahan pola perilaku.

  • Luka

luka dan koreng dapat mengindikasikan kondisi kulit serius yang memerlukan perhatian medis dengan segera. Luka terbuka dari luka dan koreng berisiko terkontaminasi oleh bakteri dan harus segera diobati untuk menghindari masalah kesehatan lebih lanjut.

Selain itu, ruam, kulit kering yang terkelupas, bercak pada kulit dan benjolan adalah tanda-tanda lain dari masalah kulit pada kucing.

Perawatan masalah kulit

Jika kucing Anda memiliki penyakit kulit, berikut adalah beberapa pengobatan rumahan untuk merawatnya dengan mudah:

  • Mandi teh

    mandi teh telah terbukti efektif dalam mengatasi masalah kulit kucing, serta dikenal dapat meredakan iritasi dan gatal-gatal pada kulit. Kucing kesayangan Anda juga dapat menikmati mandi santai yang menyenangkan dengan kamomil, kalendula, dan teh hijau, yang diketahui secara umum tentang sifatnya yang menenangkan. Mandi teh Ini juga membantu dalam menyembuhkan beberapa jenis penyakit kulit kucing.

  • Semprotan air dengan cuka sari apel

penderitaan kucing yang mengalami kulit bersisik dan gatal dapat diredakan dengan semprotan menyeluruh menggunakan larutan air dengan cuka sari apel. Semprotan ini juga efektif dalam membantu keadaan alergi kulit dan ruam.

  • Minyak kelapa

minyak kelapa adalah pengobatan rumahan yang populer untuk masalah kulit pada kucing karena kandungan antibakteri dan antijamurnya yang tinggi. Dapat meredakan dampak infeksi kulit kucing, alergi dan gigitan serangga.

Namun, kondisi kulit yang serius mungkin memerlukan perawatan dan pengobatan profesional melalui antibiotik, obat topikal dan salep, dan banyak lagi.

Bagaimana produk Whiskas membantu mencegah penyakit kulit kucing

  • Produk Whiskas semakin populer di kalangan pemilik kucing karena kandungan antibakteri dan antijamurnya yang tinggi untuk meningkatkan sistem kekebalan kucing kesayangan Anda, membuatnya lebih tahan terhadap tidak hanya penyakit kulit kucing, tetapi hampir semua masalah kesehatan lainnya.
  • Produk makanan kucing Whiskas penuh dengan komponen protein yang mudah dicerna untuk membantu kucing kecil Anda tumbuh, dan menghapus segala bakteri penyebab penyakit.
  • Produk ini juga dipadati dengan kalsium, fosfor, antioksidan dan vitamin penting lainnya untuk memastikan kucing Anda menjalani hidup yang sehat dan tetap dalam kondisi prima.
  • Whiskas 1+ didesain khusus bagi kucing dewasa untuk memberi seluruh energi yang mereka perlukan agar mereka dapat menjalani kehidupan yang penuh petualangan dan keriangan.
  • Makanan basah Whiskas memberi mereka segala nutrien esensial yang mereka butuhkan, di samping menjaga mereka tetap terhidrasi, dan juga untuk memastikan agar mereka memiliki kulit yang sehat bebas dari ruam, kerontokan rambut, dan penyakit kulit kucing lainnya.

Pertanyaan umum untuk masalah kulit pada kucing

  1. Bisakah kudis pada kucing disembuhkan?

    Tentu, kudis pada kucing dapat diobati melalui obat topikal dan perawatan pengendalian kutu. Obat topikal untuk mengobati kudis dapat diterapkan dengan suntikan, sampo, atau rendaman. Selain itu, dokter hewan Anda juga dapat menyarankan tindakan untuk membunuh tungau penyebab kudis, serta antibiotik dan antiinflamasi untuk mengobati kondisi kulit.

  2. Mengapa kulit kucing saya kering dan mengelupas?

    Kulit kucing yang kering dan mengelupas dapat disebabkan oleh beberapa alasan, termasuk alergi makanan, alergi lingkungan, dan bahkan jamur. Namun, Anda dapat merawat kucing dengan menambahkan lebih banyak Omega-3, zinc, dan asam lemak ke dalam makanannya. Pengobatan rumahan seperti semprotan air dengan cuka sari apel juga membantu dalam merawat kulit kering dan bersisik.

  3. Mengapa kucing saya korengan tetapi tidak ada kutunya?

    Koreng pada kucing tidak selalu menunjukkan serangan tungau atau kutu. Koreng dapat disebabkan oleh beberapa faktor lain termasuk alergi lingkungan, agen seperti kotoran debu, serta cedera akibat perkelahian dengan hewan lain. Krim steroid topikal biasanya dapat membantu dalam mengobati koreng dan meredakan rasa gatal dan ketidaknyamanan.

  4. Bisakah kudis kucing sembuh dengan sendirinya?

    Kudis disebabkan oleh tungau dan kutu yang hidup dalam kulit kucing kesayangan Anda. Tanpa inisiasi yang tepat diambil untuk membunuh tungau, kudis tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Setelah tungau dibunuh dan dikeluarkan dari tubuh kucing Anda, obat-obatan topikal dan salep bisa bermanfaat dalam mengobati kudis dengan lebih cepat.

  5. Berapa lama untuk kucing sembuh dari penyakit kulit?

    Waktu yang dibutuhkan kucing untuk sembuh dari penyakit kulit kucing seringkali dipengaruhi oleh usia, pola hidup, dan tingkat keparahan kondisinya. Biasanya, kucing dapat pulih dari sebagian besar penyakit kulit dalam waktu 8 hingga 10 minggu, setelah itu gejala alergi menghilang. Namun, jika Anda menduga kucing Anda memiliki penyakit kulit, lebih baik membawanya ke dokter hewan daripada menunggu sampai sembuh sendiri.

Whiskas brand imagery