Siapa yang tidak suka kucing? Dengan penampilan imutnya, makhluk mungil berbulu ini bisa mencerahkan hari kita. Kucing dikenal sebagai hewan pendukung emosional yang hebat, membantu individu yang mengalami depresi maupun kegelisahan. 

Namun, perlu diingat bahwa mereka juga bisa terkena penyakit kucing. Memastikan perawatan kesehatan terbaik untuk kucing kesayangan Anda tidak hanya bermanfaat untuk memastikan mereka dapat hidup lama dan nyaman, tetapi juga untuk mempererat ikatan di antara Anda dan kucing.

Beberapa Jenis Penyakit pada Kucing

Kucing umumnya rentan terhadap beberapa jenis penyakit. Penyebabnya beragam, dan tidak semuanya menular. Penyakit ringan seperti diare(open in new tab) atau serangan kutu(open in new tab) bisa membuat kucing tidak nyaman. Sementara itu, beberapa penyakit seperti leukemia dan cacing jantung bisa menjadi penyakit pada kucing yang mematikan. Oleh karena itu, penting bagi pemilik kucing untuk mengawasi gejala yang dapat mengindikasikan gangguan kesehatan pada kucing. Mengidentifikasi masalah kesehatan yang paling umum dapat membantu Anda mendapatkan diagnosis yang tepat untuk penyakit kucing dan perawatannya, serta menghindari virus kucing mematikan. 

Diabetes

Diabetes adalah salah satu dari jenis penyakit kucing yang umum, terutama bagi yang menderita obesitas. Diabetes pada kucing umumnya dilihat sebagai ketidakmampuan untuk secara alami menghasilkan kadar insulin yang cukup dalam tubuh untuk menyeimbangkan kadar gula darah. Diabetes pada kucing dapat diamati melalui gejala dan penyakit kucing seperti sering haus dan buang air kecil, penurunan berat badan yang cepat, dan muntah. Seorang dokter hewan dapat merekomendasikan tes darah dan urin untuk menentukan apakah kucing Anda menderita diabetes, dan merencanakan diet khusus yang mengandung karbohidrat rendah dengan protein tinggi. Obat-obatan oral dan terapi insulin juga efektif dalam mengobati diabetes tetapi harus dilakukan hanya jika disarankan oleh dokter hewan Anda.

Penyakit Ginjal

Kucing, terutama ras berbulu panjang di atas usia 7 tahun sangat rentan terhadap penyakit ginjal dan yang berhubungan dengan ginjal. Ini dapat terjadi karena beberapa alasan, tetapi sebagian besar adalah karena konsumsi bahan kimia atau zat beracun seperti antibeku, pestisida, atau bahkan ibuprofen, sejenis obat yang biasanya direkomendasikan untuk digunakan manusia. Kucing yang menderita penyakit ginjal umumnya menunjukkan gejala seperti rambut kering, penetesan air liur, bau mulut, sering haus, sering buang air besar, serta kerontokan rambut dan penurunan berat badan yang cepat. Penyakit ginjal adalah penyakit umum pada kucing dan merupakan salah satu kondisi paling fatal. Di mana, risikonya akan meningkat seiring bertambahnya usia. Jika kucing Anda menunjukkan gejala penyakit ginjal, adalah bijaksana untuk berkonsultasi dengan dokter hewan sesegera mungkin bagi mendapatkan diagnosis profesional tentang penyakit kucing dan perawatannya.

Feline Immunodeficiency Virus (FIV)

FIV, atau virus imunodefisiensi pada kucing (Feline Immunodeficiency Virus), adalah penyakit umum pada kucing yang mengancam kucing di seluruh dunia. Tidak seperti penyakit kucing lainnya, FIV menyerang sistem kekebalan pada kucing secara langsung, membuatnya lebih sensitif terhadap infeksi dan penyakit umum. Penyakit kucing yang mematikan ini sering menargetkan dan membunuh sel darah putih yang ada pada kucing Anda, dan juga meningkatkan kerentanan mereka terhadap infeksi sekunder. FIV bersifat menular dan ditularkan melalui luka gigitan yang dalam, atau dari induk ke anak-anaknya. Karena FIV bersifat lebih lambat, ia dapat tetap tidak terdeteksi selama bertahun-tahun sebelum kucing Anda mulai menunjukkan gejalanya secara visual. Jika kucing Anda mulai menunjukkan gejala dan penyakit kucing yang mengarah ke FIV, seperti kurang nafsu makan, penurunan berat badan, kualitas bulu yang buruk, diare kronis, kejang, dan tanda-tanda gangguan neurologis, penting untuk mendiagnosisnya untuk memastikan apakah itu FIV.

Leukemia (FeLV)

Leukemia adalah penyakit kucing yang fatal bagi kucing. Dari 85% kucing yang didiagnosis mengidapinya akan teregut nyawanya. Leukemia sering menekan sistem kekebalan pada kucing dan merupakan penyebab utama anemia dan limfoma. Leukemia pada kucing sering menyebar melalui virus yang ada dalam air liur dan urin dan dapat ditularkan dari satu kucing ke kucing lain melalui kontak dekat, berbagi mangkuk makanan, dan berkelahi. Anak kucing juga rentan terhadap leukemia karena berbagi plasenta ibu. Leukemia membawa gejala seperti diare, gangguan kulit dan kandung kemih, dan infertilitas. Untungnya, tingkat keparahan leukemia pada kucing telah turun selama bertahun-tahun karena perbaikan dalam teknologi vaksin dan teknik diagnostik.

Rabies

Rabies merupakan salah satu jenis penyakit kucing dan gangguan saraf yang umum ditemukan pada hewan karnivora, termasuk kucing. Rabies pada kucing menyebar melalui gigitan dan cakaran dan dapat berakibat fatal jika menyebar ke seluruh sistem saraf termasuk otak. Apa yang membuat rabies sangat mengancam adalah fakta bahwa rabies dapat ditularkan ke manusia melalui air liur dari gigitan kucing rabies. Rabies pada kucing dapat menunjukkan tanda-tanda ekstrim dari gangguan sistem saraf pusat dan perubahan pola perilaku. Gejala dan penyakit kucing umum yang terkait dengan rabies termasuk penurunan berat badan, kejang otot, epilepsi, kelumpuhan tak terduga, hiperaktif dan agresi. Penyakit yang mematikan bagi kucing ini membutuhkan perhatian segera dari spesialis.

Cacing Jantung

Penyakit cacing jantung adalah masalah kesehatan yang mengkhawatirkan pada kucing, disebarkan terutama oleh nyamuk. Penyakit yang mematikan bagi kucing ini sulit dideteksi dan jarang terdiagnosis sebelum terlambat. Cacing jantung adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh cacing sepanjang 30 cm yang hidup di jantung, paru-paru, dan pembuluh darah topikal, dan dapat memburuk dari waktu ke waktu, menyebabkan penyakit kucing pada paru-paru, gagal jantung yang akut, dan kerusakan organ terkait lainnya. Kucing yang menderita penyakit cacing jantung sering menunjukkan tanda-tanda seperti muntah, batuk, kejang, pingsan, dan kesulitan bernafas. Belum ada obat untuk mengobati kucing dengan penyakit cacing jantung, jadi satu-satunya pencegahan adalah penurunan risiko bagi kucing dari efek penyakit cacing jantung.

Hipertiroidisme

Hipertiroidisme adalah kondisi umum pada kucing, yang disebabkan oleh produksi hormon tiroid yang berlebihan dari kelenjar tiroid pada kucing. Sebagai penyakit endokrin, hipertiroidisme sering kali dapat dideteksi pada kucing di atas usia 8 tahun. Laju metabolisme kucing dapat meningkat ke tingkat yang mengkhawatirkan sebagai efek hipertiroidisme, yang menyebabkan tekanan signifikan pada jantung, hati, ginjal, dan organ vital lainnya. Kecuali diobati dengan tepat, hipertiroidisme pada kucing dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, hipertensi, dan penyakit jantung yang dapat berakibat fatal bagi kucing kesayangan Anda. Jadi, jika Anda menemukan gejala potensial hipertiroidisme, seperti penurunan berat badan, diare, sering muntah, peningkatan rasa haus dan buang air kecil, kondisi bulu yang buruk, atau perubahan nafsu makan, penting untuk membuat janji pertemuan dengan dokter hewan Anda untuk menghindari penyakit kucing ini.

Feline Infectious Peritonitis (FIP)

Feline Infectious Peritonitis (FIP) adalah penyakit serius yang disebabkan oleh feline coronavirus, yang dapat menyerang organ vital seperti hati dan ginjal. FIP muncul dalam dua bentuk utama: basah dan kering. 

  • FIP basah menyebabkan penumpukan cairan di dada atau perut, membuat kucing Anda lebih sulit bernapas atau bergerak dengan nyaman.
  • FIP kering mengakibatkan lesi pada organ, yang sering kali menyebabkan gejala yang kurang jelas namun tetap parah. 

Tanda-tanda umum FIP meliputi penurunan berat badan, kelesuan, dan demam yang terus-menerus. Perubahan halus lainnya dalam perilaku atau nafsu makan juga bisa menjadi pertanda penyakit ini. 

Sayangnya, saat ini belum ada tes atau obat yang pasti untuk FIP. Perawatan berfokus pada perawatan suportif untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup. Deteksi dini dan panduan dari dokter hewan sangat penting untuk mengelola gejala dan memastikan kucing Anda tetap senyaman mungkin. 

Feline Distemper/ Panleukopenia

Feline distemper, juga dikenal sebagai panleukopenia, adalah penyakit virus yang sangat menular dan seringkali fatal, terutama berbahaya bagi anak kucing. Virus kucing yang mematikan ini terutama menyerang saluran pencernaan dan sistem kekebalan tubuh, membuat kucing rentan terhadap penyakit parah. 

Gejala umum termasuk diare, muntah, dehidrasi, dan anemia. Sayangnya, anak kucing yang terinfeksi feline distemper sering kali tidak dapat bertahan hidup, bahkan dengan perawatan intensif. 

Pencegahan adalah kuncinya! Vaksinasi dini serta menjaga lingkungan yang bersih dan saniter adalah cara paling efektif untuk melindungi kucing Anda dari penyakit yang menghancurkan ini. Perawatan dokter hewan yang cepat juga dapat membantu mengelola gejala dan mengurangi risiko penyebaran.

Infeksi Saluran Pernapasan Atas

Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) pada kucing adalah penyakit umum yang disebabkan oleh patogen virus atau bakteri. Infeksi ini sangat menular dan dapat menyebar ke kucing lain melalui air liur, bersin, batuk, atau berbagi mangkuk makanan dan air.

Kucing dengan infeksi pernapasan mungkin menunjukkan gejala seperti: 

Meskipun sebagian besar ISPA tidak fatal, penyakit ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan komplikasi jika tidak ditangani. Perawatan dokter hewan yang cepat, kebersihan yang baik, dan isolasi dari kucing lain dapat membantu mencegah penyebaran dan mendukung pemulihan yang lebih cepat.

Penyakit, Parasit, dan Cacing Umum Lainnya pada Kucing

Penyakit umum lainnya pada kucing meliputi:

  • Parasit Usus(open in new tab): Cacing gelang, cacing tambang, cacing pita, dan giardia dapat menyebabkan diare, muntah, penurunan berat badan, dan bulu kusam. Beberapa parasit juga dapat menular pada manusia.

  • Kurap (Ringworm): Infeksi jamur menular yang menyebabkan kerontokan rambut melingkar dan bercak merah pada kulit. Dapat menyebar ke hewan peliharaan lain dan manusia.

  • Eosinophilic Granuloma Complex (EGC): Lesi kulit yang disebabkan oleh alergi, sering muncul di bibir, perut, atau telapak kaki, dan bisa terasa gatal.

Bagaimana cara merawat kucing yang sakit?

Perawatan

Sebagaimana orang yang sakit, kucing kesayangan Anda juga layak mendapatkan semua cinta dan perhatian ekstra untuk sembuh dengan lebih cepat. Kucing biasanya tidak menyukai kebisingan yang keras atau tempat yang ramai, jadi jika kucing Anda sakit, menyediakannya tempat istirahat yang tenang jauh dari kebisingan akan sangat membantu dalam memastikan perawatan terbaik untuk kucing Anda. Selain tempat tidur yang hangat, pastikan mereka memiliki akses yang mudah dan nyaman ke makanan dan air, dan kotak pasir berada dalam jangkauan mereka. Saat kucing Anda masih dalam pemulihan dari suatu penyakit, penting untuk membiarkannya beristirahat, jadi hindari provokasi atau hal-hal yang membuat mereka kesal.

Perencanaan diet

Kucing yang sakit biasanya menghindari makan. Namun, mereka masih membutuhkan nutrien esensial untuk daya hidup dan kepulihan dari penyakit mereka. Jadi, penting untuk memastikan kucing Anda memiliki jumlah makanan dan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mereka dan tetap terhidrasi. Menyediakan air minum bersih dan makanan kucing segar dalam jumlah yang lebih sedikit dapat mendorong kucing Anda untuk makan dan minum.Namun, harus diingat bahwa kucing yang sakit tidak akan dapat mengandalkan makanan yang biasanya diberikan pada mereka karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan alergi makanan. Jadi, Anda dapat menyiapkan rencana diet anak kucing Anda setelah berkonsultasi dengan dokter hewan, demi memastikan makanan yang diberikan mengandung semua vitamin penting dan nutrisi yang dibutuhkan untuk proses pemulihan yang cepat.

Frekuensi kunjungan ke dokter hewan

Kucing harus dibawa ke dokter hewan minimal dua kali setahun, setiap enam bulan sekali. Namun, jika kucing Anda jatuh sakit atau sedang mengalami suatu penyakit, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter hewan sesering mungkin. Tergantung pada tingkat kesehatan kucing Anda, kucing Anda mungkin memerlukan kunjungan dua kali sebulan, atau setidaknya setiap minggu.

Tindakan pencegahan untuk penyakit kucing dan perawatannya

Kucing yang sakit memerlukan tindakan pencegahan tertentu untuk kesejahteraan mereka, termasuk bagi Anda juga. Sangat penting untuk mencuci tangan Anda secara menyeluruh sebelum dan sesudah menyentuh kucing Anda untuk menghindari penularan kuman apapun. Membersihkan kotak pasir kucing Anda secara teratur juga penting untuk menghindari kontaminasi. Selain itu, dalam keadaan sakit, kucing Anda mungkin sedang tidak dalam suasana hati yang baik, jadi lebih baik untuk menghindari provokasi yang tidak perlu untuk kucing Anda, yang mungkin berakhir dengan goresan atau gigitan pada Anda. Selain itu, penting juga untuk menjaga kucing Anda tetap tenang, dan selalu berhubungan dengan dokter hewan Anda.