Pengenalan tentang Vaksin Kucing 

Vaksinasi kucing, di masa sekarang, memainkan peran integral dalam memastikan kucing kesayangan Anda memiliki hidup yang panjang dan nyaman tanpa penyakit apapun. Vaksinasi kucing telah terbukti penting dalam meningkatkan sistem kekebalan pada kucing dan memberi mereka semua antibodi yang diperlukan sehingga mereka tidak sering jatuh sakit. Berlawanan dengan mitos yang beredar, kucing tidak memiliki sembilan nyawa, dan kecuali mereka mampu menangkal penyakit tertentu, kucing bisa sangat rentan.

Jadi, penting untuk memastikan mereka divaksinasi dengan benar untuk dapat menghindari risiko kesehatan. Vaksin modern telah berkembang pesat dalam menstimulasi sistem kekebalan pada kucing, dan memastikan mereka mampu melawan dan menghalang partikel asing yang dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada kesehatan mereka. Selanjutnya, untuk mencegah penyebaran atau penularan virus di pada kucing-kucing Anda yang lainnya di rumah, Anda harus memvaksinasi kucing tersebut.

Pentingnya Vaksin Kucing

Vaksin untuk kucing memainkan peran utama dalam menjaga kesehatan dan sistem kekebalan tubuh kucing kesayangan Anda. Vaksin tidak hanya memastikan bahwa kucing Anda memiliki kekebalan yang lebih tinggi untuk menangkal infeksi dan penyakit, tetapi vaksin juga memastikan bahwa kucing Anda dapat hidup sehat secara normal tanpa harus mengalami masalah kesehatan yang parah. Dalam hal ini, vaksinasi bisa sangat efektif dalam menghindari penyakit yang berpotensi fatal seperti rabies yang dapat menyebar ke manusia melalui cakaran dan gigitan, panleukopenia kucing, virus herpes kucing, leukemia kucing, dan kalisivirus (calicivirus) kucing. Selain itu, vaksin juga memainkan peran yang efektif dalam mengobati penyakit lain seperti penyakit cacing jantung, cacingan, serta infestasi bakteri dan virus. Juga adalah penting untuk memvaksinasi kucing Anda untuk virus immunodeficiency kucing (feline immunodeficiency virus - FIV) untuk mencegahnya dari memburuk sejalan dengan waktu.

Jenis-jenis Vaksin Kucing Inti

Sama seperti vaksin untuk manusia, vaksin kucing membantu teman berbulu Anda tetap sehat dengan melatih sistem kekebalan tubuh mereka untuk melawan infeksi. Tergantung pada penyakitnya, kucing memerlukan vaksin yang berbeda, yang terbagi dalam dua kategori utama: inti dan non-inti. 

  • Vaksin inti: Penting untuk semua kucing, vaksin ini melindungi dari penyakit umum dan berpotensi serius.
  • Vaksin non-inti: Direkomendasikan hanya untuk kucing yang berisiko lebih tinggi terhadap infeksi tertentu. 

Mari kita lihat lebih dekat vaksin kucing inti yang harus diketahui setiap pemilik kucing:

Vaksin Tricat / FVRCP

Vaksin trikat adalah vaksin hidup yang diberikan melalui suntikan secara subkutan (suntikan pada lemak di bawah kulit). Ia mengandung tiga strain virus yang dilemahkan yang secara efektif berperan dalam mencegah beberapa penyakit pada kucing. Ia mengandung tiga strain virus yang dilemahkan: virus panleukopenia (yang juga dikenal sebagai MW-1), kalisivirus (calicivirus), dan virus herpes atau rinotrakeitis (rhinotracheitis). Virus-virus ini dapat menyebabkan penyakit serius pada kucing, tetapi vaksinasi membantu melindungi kucing Anda secara efektif. 

  • Feline Viral Rhinotracheitis (FHV-1/FVR): Menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas, termasuk bersin, konjungtivitis, dan keluarnya cairan dari hidung. Sangat menular, penyakit ini dapat menyebabkan masalah pernapasan kronis.
  • Calicivirus (FCV): Memicu infeksi saluran pernapasan atas serta luka di mulut dan lidah. Gejalanya meliputi demam, kehilangan nafsu makan, dan kesulitan bernapas.
  • Panleukopenia (FPV/feline distemper): Penyakit yang sangat menular dan seringkali fatal yang menyerang sel-sel yang membelah dengan cepat di saluran pencernaan, sumsum tulang, dan sistem limfatik. 

Vaksin trikat dapat melindungi kucing Anda secara signifikan, mengurangi kemungkinan menularnya virus ke kucing lain, serta menghindari gejalanya. Setelah divaksinasi, kucing Anda akan secara eksklusif dapat terhindar dari efek virus ini selama hampir 3 tahun. Dosis 1 ml vaksin yang dilarutkan disuntikkan dengan selang waktu 3 sampai 4 minggu. Dosis untuk vaksin kucing yang pertama biasanya diberikan pada usia 8-9 minggu, diikuti dengan dosis kedua ketika kucing Anda setidaknya telah berusia 12 bulan.

Vaksin Tetracat

Vaksin tetracat membantu menjaga kucing Anda tetap sehat dengan melindungi dari Chlamydia, Panleukopenia, Feline Viral Rhinotracheitis (FVR), dan Calicivirus (FCV). Penyakit-penyakit ini dapat menyebabkan bersin, hidung berair, mata berair, konjungtivitis, dan bahkan pneumonia pada kasus yang parah. 

Secara khusus, Calicivirus (FCV) menyerang hidung, mulut, dan tenggorokan, menyebabkan bersin, demam, sariawan, dan keluarnya cairan dari hidung. Infeksi parah dapat menyebabkan dehidrasi, kesulitan makan, dan pembengkakan saluran napas. Vaksinasi menurunkan risiko ini dan membantu kucing Anda tetap kuat. 

Anak kucing biasanya mendapatkan vaksin Tetracat pertama mereka pada usia 12-14 minggu, memberi mereka perlindungan dini sehingga mereka dapat tumbuh besar dengan bahagia dan sehat.

Vaksin Rabies Kucing

Rabies adalah penyakit yang biasanya ditemukan pada hewan liar, dan disebabkan oleh virus yang dapat ditularkan dari satu hewan ke hewan lain melalui luka dan gigitan yang dalam. Virus rabies juga bisa masuk melalui paparan non-gigitan seperti cakaran dan lecet. Biasanya, virus rabies terdeteksi dalam air liur hewan yang terinfeksi. Vaksin rabies kucing sangat menakutkan karena dapat ditularkan ke manusia melalui gigitan dan cakaran. Setelah didiagnosis rabies, hewan peliharaan Anda mungkin harus menjalani eutanasia. Sebagai penyakit parah yang mempengaruhi sebagian besar populasi kucing di seluruh dunia, sangat penting untuk membuat kucing Anda divaksinasi terhadap rabies. Vaksin untuk kucing ini biasanya direkomendasikan oleh dokter hewan untuk setiap tahun setelah kucing mencapai usia 12 minggu.

Vaksin Kucing Non-inti

Selain Tricat, Tetracat, dan Rabies, dokter hewan Anda mungkin menyarankan vaksin lain berdasarkan kesehatan, gaya hidup, dan risiko paparan kucing Anda terhadap penyakit tertentu. Vaksin-vaksin ini menargetkan infeksi yang mungkin tidak memengaruhi setiap kucing tetapi bisa menjadi serius jika tertular. 

Beberapa vaksin non-inti yang umum direkomendasikan meliputi: 

  • Vaksin Chlamydophila felis (Chlamydia): Melindungi dari konjungtivitis dan infeksi saluran pernapasan atas. Anak kucing dan kucing muda sangat rentan, dan vaksinasi dapat membantu mencegah penularan melalui kontak dengan kucing lain.

  • Vaksin Feline Immunodeficiency Virus (FIV): Membantu melindungi kucing dari FIV, yang melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat kucing lebih rentan terhadap demam, luka, koreng, diare(open in new tab), dan infeksi lainnya. Vaksin ini biasanya direkomendasikan untuk kucing berisiko tinggi, seperti kucing yang sering keluar rumah atau berkelahi.

  • Vaksin Feline Leukemia Virus (FeLV): Direkomendasikan untuk kucing yang sering berinteraksi dengan kucing lain atau pergi ke luar rumah. FeLV dapat menyebabkan penekanan sistem kekebalan, anemia, dan kanker.

  • Vaksin Bordetella: Melindungi dari Bordetella bronchiseptica, bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pernapasan. Penting untuk kucing yang dititipkan, menghadiri penitipan hewan, atau tinggal di lingkungan dengan banyak kucing.

Vaksin non-inti dapat diberikan melalui suntikan atau semprotan hidung, tergantung pada jenis vaksin, usia, kesehatan, dan gaya hidup kucing Anda. Dokter hewan Anda akan membantu menentukan vaksin mana yang diperlukan untuk menjaga kucing Anda tetap sehat dan terlindungi.

Urutan dan Jadwal Vaksin Kucing: Mulai Kapan Kucing Dapat Divaksin? 

Kebanyakan, anak kucing menerima vaksin untuk kucing mereka pada kehidupan awal mereka. Karena anak kucing paling rentan terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus, memvaksinasi mereka untuk menghindari penyakit dan infeksi yang mengancam jiwa ini menjadi sangat penting. Biasanya, dokter hewan menyarankan agar pemilik kucing memberi vaksin untuk kucing kepada anak kucing mereka pada usia 12 hingga 16 minggu. Memvaksinasi kucing Anda lebih awal juga membantu mereka mengembangkan sistem kekebalan secara alami, dan menangkal sebagian besar penyakit. Semua kucing rumahan memerlukan vaksinasi, apalagi jika teman Anda lebih suka bertualang ke luar rumah, adalah merupakan ide yang bijaksana untuk memastikan mereka mendapatkan semua vaksinasi mereka, bagi mencegah penyakit akibat cedera dan gigitan.

Kucing dewasa juga kerap memerlukan suntikan vaksinasi booster tahunan untuk berbagai jenis vaksin kucing atau setiap tiga tahun sekali demi mengurangi risiko jenis penyakit kucing apa pun. Dokter hewan dapat merencanakan dosis booster, tergantung pada kesehatan umum kucing Anda.

Persiapan sebelum divaksinasi

Mempersiapkan teman kecil Anda sebelum divaksinasi, betapapun perlunya, tidak mudah. Tetapi dengan poin-poin ini, Anda dapat memastikan kucing kesayangan Anda akan terawat dengan baik sebelum divaksinasi:

  • Untuk memulai, Anda dapat membuat janji dengan dokter hewan Anda. Pastikan Anda telah memberikan semua informasi yang diperlukan tentang kucing Anda, termasuk nama obat dan dosisnya, pola makannya, serta catatan medis dan vaksinasi sebelumnya.
  • Mengunjungi dokter hewan bukanlah waktu yang mudah bagi teman Anda, dan dapat membuat mereka stres dan mudah tersinggung. Jadi, Anda bisa membantu mereka merasa tenang dengan membawa mainan favorit mereka, atau selimut untuk mereka tiduri.
  • Anda juga harus memberi tahu dokter hewan tentang preferensi dan pola perilaku hewan peliharaan Anda untuk memastikan teman kecil Anda mendapatkan perawatan terbaik yang layak mereka dapatkan.

Perawatan yang harus diambil setelah Anda memvaksinasi kucing

Memvaksinasi anak kucing mungkin bukan pengalaman yang menyenangkan bagi teman kecil Anda. Walaupun sangat penting untuk mendapatkan vaksinasi, hal ini bisa membuat kucing Anda menjadi sangat stres dan mudah tersinggung setelahnya. Jadi, Anda harus merawat and memastikan kucing Anda untuk selalu dalam keadaan yang nyaman dan baik sepenuhnya. Di bawah ini ada beberapa cara untuk Anda dapat memastikan bahwa kucing kecil kesayangan Anda bakal merasa nyaman setelah divaksinasi:

  • Setelah Anda memvaksinasi anak kucing Anda, adalah sangat normal bagi mereka untuk mengalami perubahan perilaku selama beberapa hari. Selama periode ini, hewan peliharaan Anda mungkin akan kehilangan nafsu makan, sering tidur siang, atau kelihatan lemah. Mereka tidak mampu menampilkan suasana ceria seperti biasanya bila melihat Anda. Namun, sebagai pemilik hewan peliharaan, penting untuk memahami situasi ini, berilah mereka lebih ruang untuk menyendiri dan tidak mengagitasi mereka.
  • Sebaliknya, Anda dapat membantu anak kucing Anda yang baru divaksinasi untuk bisa merasa nyaman selama periode ini dengan memastikan mereka memiliki tempat tidur yang empuk dan hangat untuk mereka dapat beristirahat dan pulih dengan lebih cepat. Lebih baik lagi, untuk sementara pindahkan kucing Anda ke ruangan yang lebih tenang dan menyenangkan, jauh dari kebisingan yang tidak perlu.
  • Pastikan kucing Anda memiliki akses mudah ke makanan kucing dan air minum sehingga mereka makan dan terhidrasi dengan cukup. Anda juga bisa menghibur teman kecil Anda dengan memberikan makanan favorit mereka.
  • Sebaiknya hindari membuat kucing Anda menjadi gusar atau gempar setelah vaksinasi. Sebaliknya, Anda dapat membuat diri Anda siap dengan memiliki waktu dan perhatian pada mereka bila mereka merasa lebih sehat dan mulai mendekati Anda. Berilah ketulusan kasih sayang dan perhatian ekstra, ini akan sangat membantu dalam menumbuhkan ikatan khusus dengan kucing Anda.
  • Anda juga harus mengawasi kucing Anda untuk memastikan mereka dapat beristirahat dengan nyaman. Perhatikan gejala yang tidak biasa seperti sesak napas, pingsan, kejang, atau diare serta muntah yang berkepanjangan. Gejala tersebut dapat menandakan masalah kesehatan yang mungkin memerlukan perawatan profesional.