Sebagai pemilik kucing, kita perlu menyadari bahwa sesekali, kucing kita dapat mengalami hari-hari yang kurang menyenangkan dimana kemeongan mereka tidak berada dalam kondisi optimal. Tanda-tanda kucing stres bisa terlihat dari perilaku mereka yang lebih ingin menyendiri dan menjaga jarak. Ciri-ciri kucing stres ini tampil dikarenakan sifat alami mereka yang introvert dan pola emosi mereka yang kompleks.

Memahami Emosi Kucing

Memahami tanda-tanda kucing stres serta apa yang dirasakan oleh si meong tercinta dapat mempercepat proses pemulihan dari stres yang dialami mereka. Memberikan ruang untuk mereka menyendiri serta memastikan kebutuhan mereka terpenuhi adalah langkah awal dalam menghilangkan stres pada kucing. Tak lupa, konsultasi dengan dokter hewan juga penting untuk lebih memahami ciri-ciri kucing stres dan cara mengatasi kucing stres dengan tepat.

Ketika tanda-tanda kucing stres menjadi sangat nyata dan situasinya semakin serius, ini menjadi sebuah perhatian utama bagi pemilik kucing. Oleh karena itu, daripada menghukum atau memarahi sang kucing karena Anda khawatir dengan pergulatannya yang tampaknya tidak kunjung membaik, alangkah lebih baiknya untuk mendapatkan dukungan dari seorang ahli perilaku profesional. Seorang ahli perilaku tidak hanya dapat membantu Anda mengenali ciri-ciri kucing stres dengan lebih jelas, tetapi juga dapat mengidentifikasi akar penyebab stres tersebut. Lebih lanjut, mereka akan membantu Anda dalam menyusun sebuah strategi efektif sebagai cara mengatasi kucing stres, sehingga Anda bisa menghilangkan stres pada kucing dengan cara yang lebih sistematis dan empatik.

Berbagai Ciri-Ciri Kucing Stres 

Mengamati kucing kesayangan berjuang melawan tanda-tanda kucing stres bisa sangat memilukan bagi para pemilik kucing, yang membuat mereka berusaha mencari cara mengatasi kucing stres yang efektif. Sangat penting untuk mengenali ciri-ciri kucing stres untuk mengatasinya dengan aman serta mencari solusi yang tepat untuk menghilangkan stres pada kucing. Berikut adalah gejala-gejala stres pada kucing yang umum dan perlu diperhatikan:

Menjilati atau merawat diri secara berlebihan

Ciri-ciri kucing stres dapat terlihat jelas apabila kucing yang Anda sayangi mulai menjilati dan merawat bulunya lebih sering dan intensif daripada biasanya. Kegiatan berlebihan ini menandakan bahwa mereka mengalami stres pada kucing dan berusaha menghilangkan stres yang mereka rasakan. Perilaku merawat bulu berlebihan ini sebenarnya merupakan upaya mereka untuk menenangkan diri mereka 

Menggaruk berlebihan

Jika kucing Anda menggaruk(open in new tab) secara berlebihan, ini bisa menjadi salah satu ciri-ciri kucing stres. Kucing stres sering kali merawat diri secara berlebihan atau menggaruk lebih dari biasanya sebagai cara untuk mengatasi kecemasan. Namun, menggaruk berlebihan tidak selalu disebabkan oleh stres saja karena bisa juga menandakan masalah kulit yang mendasarinya seperti kutu(open in new tab)infeksi jamur(open in new tab), atau dermatitis. 

Mengamati kapan dan bagaimana kucing Anda menggaruk dapat membantu menentukan apakah stres atau masalah medis yang menjadi penyebabnya. Jika garukan terus berlanjut atau disertai kemerahan, kerontokan bulu, atau luka, penting untuk berkonsultasi dengan dokter hewan.

Nafsu makan yang berkurang

Meskipun kucing dikenal sebagai pencinta makanan sejati yang mudah tergoda oleh camilan favoritnya, salah satu ciri-ciri kucing stres yang paling terlihat adalah perubahan nafsu makan yang tiba-tiba(open in new tab). Biasanya, kucing merasa aman dan santai saat makan, jadi jika kucing stres Anda tiba-tiba menolak makanan favoritnya atau makan lebih sedikit dari biasanya, itu bisa menjadi pertanda ada sesuatu yang salah. Stres dapat membuat kucing terlalu waspada atau cemas, yang memengaruhi keinginan mereka untuk makan. 

Dalam beberapa kasus, stres bahkan dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti muntah(open in new tab) atau diare. Namun, ada juga kemungkinan kucing stres merespons dengan makan lebih banyak dari biasanya. Jika kucing Anda kehilangan nafsu makan selama lebih dari beberapa hari, atau jika berat badannya mulai turun drastis, sebaiknya konsultasikan dengan dokter hewan untuk menyingkirkan masalah kesehatan yang mendasarinya. 

Gangguan pencernaan

Stres dapat sangat memengaruhi sistem pencernaan kucing, yang menyebabkan masalah seperti diare(open in new tab), sembelit, atau perubahan kebiasaan buang air. Kucing stres mungkin menjadi rewel saat buang air, menggaruk kotorannya secara berlebihan, atau menghindari kotak pasir sama sekali. Beberapa kucing bahkan mungkin lebih jarang buang air kecil atau menahan diri karena cemas. 

Perubahan ini sering kali terkait dengan ketidakseimbangan hormon yang disebabkan oleh stres, yang juga dapat memengaruhi sistem kekebalan dan kesehatan pencernaan secara keseluruhan. Jika kucing Anda mengalami masalah pencernaan yang tidak dapat dijelaskan, perubahan mendadak pada tekstur kotoran, atau kebiasaan buang air yang tidak normal, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter hewan. 

Enggan menggunakan kotak pasir atau buang air kecil di tempat lain

Sama seperti saat makan, menggunakan kotak pasir adalah momen ketika kucing biasanya merasa aman dan lengah. Namun, salah satu ciri-ciri kucing stres adalah perubahan mendadak pada kebiasaan kotak pasir mereka. Kucing stres mungkin menolak untuk mendekati atau menggunakan kotak pasir, atau bahkan mulai buang air kecil di luarnya. Dalam beberapa kasus, keraguan mereka untuk melewati pintu kucing atau memasuki area tertentu juga dapat menandakan ketakutan atau kecemasan.  

Menjadi tertutup atau sering bersembunyi 

Meskipun kucing secara alami menikmati waktu menyendiri, salah satu ciri-ciri kucing stres yang jelas adalah ketika mereka menjadi sangat tertutup atau terlalu sering bersembunyi. Kucing stres mungkin menghindari interaksi tidak hanya dengan manusia favoritnya tetapi juga dengan hewan peliharaan lain, dan lebih memilih untuk tetap bersembunyi di bawah perabotan atau di sudut yang tenang. Jika kucing Anda yang biasanya suka bermain dan penyayang tiba-tiba menjadi jauh, murung, atau tidak tertarik bermain, ia mungkin merasa cemas atau terancam. Dalam beberapa kasus, perilaku terkait stres ini bahkan dapat menyebabkan sifat agresif yang tidak terduga.

Peningkatan agresif atau perilaku defensif

Salah satu ciri-ciri kucing stres yang paling nyata adalah peningkatan sifat agresif kucing(open in new tab) terhadap manusia, hewan peliharaan lain, atau bahkan benda mati. Stres memicu pelepasan hormon seperti adrenalin dan kortisol, yang meningkatkan detak jantung dan aliran darah, membuat kucing lebih rentan terhadap perilaku agresif. Kucing stres mungkin mendesis, menggeram, menggaruk perabotan, menggigit, atau menyerang orang atau hewan lain. 

Mengeong terus-menerus atau perubahan nada suara

Meskipun mengeongnya kucing bisa menenangkan, mengeong yang terus-menerus atau tidak biasa dapat mengindikasikan stres. Kucing stres mungkin mengeong lebih keras, lebih sering, atau bahkan mengeluarkan suara yang tidak biasa seperti melolong atau gemetar. Di sisi lain, beberapa kucing mungkin menjadi sangat pendiam, menundukkan kepala, atau menghindari vokalisasi sama sekali. Perubahan nada suara sering kali menandakan kecemasan, ketakutan, atau ketidaknyamanan. Mengeong berlebihan juga bisa menandakan rasa sakit, kesepian, atau pemicu stres emosional lainnya.

Pola tidur tidak teratur

Meskipun kucing secara alami dikenal karena kecintaan mereka pada tidur, perubahan mendadak dalam kebiasaan tidur mereka bisa menjadi salah satu ciri-ciri kucing stres. Kucing stres mungkin tidur lebih lama dari biasanya untuk menghindari situasi yang penuh tekanan, atau sebaliknya, mungkin mengalami insomnia dan tetap waspada secara tidak biasa. Stres juga dapat menyebabkan perilaku tidur yang tidak biasa, seperti tidur siang di tempat yang tidak dikenal, tidur dalam posisi yang aneh, atau bahkan membiarkan mata mereka terbuka sebagian saat beristirahat.

Perubahan bahasa tubuh

Selain tanda-tanda perilaku, kucing stres sering menunjukkan kecemasan atau ketidaknyamanan melalui bahasa tubuh(open in new tab) mereka. Carilah isyarat fisik seperti berjongkok rendah ke lantai, melengkungkan punggung, berjalan membungkuk, atau melingkarkan ekor dengan erat di sekitar tubuh. Telinga mungkin diratakan ke belakang, dan kucing mungkin membeku dalam postur kaku atau tegang. Perubahan postur ini adalah respons alami terhadap perasaan terancam atau stres, yang menandakan kewaspadaan tinggi dan kesiapan untuk bereaksi. 

Apa Penyebab Stres pada Kucing?

Faktor Fisik

Penting untuk dipahami bahwa stres pada kucing tidak selalu bersifat emosional. Faktor fisik juga dapat memainkan peran utama. Oleh karena itu, kucing stres mungkin bereaksi terhadap rasa sakit, cedera, kondisi kulit, atau serangan kutu.

Faktor Psikologis

Stres pada kucing juga bisa berasal dari faktor psikologis. Kucing stres mungkin terpengaruh oleh kebosanan, rutinitas yang berulang, atau perubahan mendadak di lingkungannya. Dikurung dalam waktu lama, kurangnya ruang untuk bermain dan mengekspresikan perilaku alami, atau mengalami perjalanan(open in new tab) dan transportasi juga dapat memicu stres. Bahkan situasi yang berkaitan dengan perkawinan, seperti birahi tanpa pasangan, dapat menyebabkan kecemasan. 

Faktor Lingkungan

Lingkungan kucing memainkan peran utama dalam kesejahteraan mereka, dan perubahan lingkungan tertentu dapat memicu stres. Kucing stres mungkin bereaksi terhadap hewan peliharaan baru di rumah, pemilik baru, kandang yang kotor atau tidak nyaman, atau kebisingan yang berlebihan. Pemicu stres lingkungan ini, jika tidak ditangani, dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan emosional kucing.

Bagaimana Cara Mengatasi Kucing Stres?

Memahami ciri-ciri kucing stres dan bagaimana stres memengaruhi kucing sangat penting dalam mengurangi gejala mereka. Di bawah ini adalah beberapa metode yang efektif dalam menghilangkan stres pada kucing, yang dapat mengurangi gejala kecemasan pada kucing, membantu Anda menemukan cara mengatasi kucing stres dengan lebih baik. 

Makanan anti-stres untuk kucing

Tanda-tanda kucing stres dapat dilihat dari tidak ingin makan. Memberi mereka makanan favorit mereka yang dirancang untuk menghilangkan stres pada kucing, atau memberikan camilan yang memiliki efek anti-stres, bisa menjadi cara mengatasi kucing stres dan membuat mereka merasa lebih dicintai.

Catnip/ Tanaman kucing

Pemberian catnip terbukti efektif dalam menghilangkan stres pada kucing. Kandungan nepetalactone di dalam catnip dapat meredakan gejala stres pada kucing. Cara ini, baik melalui penyemprotan catnip atau dengan memberikan mainan yang mengandung catnip, merupakan strategi yang sangat baik dalam cara mengatasi kucing stres.

Pasang tempat bertengger

Memasang tempat bertengger di sekitar rumah merupakan adalah cara efektif untuk menghilangkan stres pada kucing. Dikarenakan tempat bertengger menyediakan titik pengamatan yang memungkinkan kucing untuk mengenali lingkungan baru dari jarak yang aman, ini dapat membantu dalam cara mengatasi kucing stres.

Bermain dengan kucing Anda

Kucing biasanya senang bermain, sehingga sesi bermain bisa menjadi solusi cara mengatasi kucing stres ketika Anda memperhatikan adanya tanda-tanda kucing stres pada sahabat Anda. Namun, penting juga untuk memahami pentingnya memberikan mereka waktu istirahat dan menghargai keinginan mereka untuk menyendiri, terutama saat menghilangkan stres pada kucing menjadi prioritas dan mereka tampak tidak berminat bermain.